Insight | Hans

SEO & AI Search

Google AI Overviews: Akhir dari SEO atau Awal yang Baru?

Hans·5 Juni 2026·4 menit baca

Angka 58% bukanlah angka yang bisa diabaikan. Itu adalah penurunan rata-rata click-through rate (CTR) halaman peringkat teratas semenjak Google AI Overviews hadir secara penuh. Data Ahrefs dari 300.000 kata kunci menunjukkan: jika sebelumnya 100 orang mencari dan 7 di antaranya mengeklik tautan pertama, sekarang hanya 2 atau 3 yang melakukannya.

SEO di tahun 2026 berada di titik yang aneh. Traffic organik turun bukan karena websitemu jelek, bukan karena kontenmu kalah relevan, tapi karena Google sekarang menjawab pertanyaan pengguna langsung di halaman hasil pencarian.

Dan inilah pertanyaan yang jarang diajukan: ketika Google bilang AI Overviews baik untuk semua orang, untuk siapa sebenarnya pernyataan itu dibuat?

Pertarungan Data: Google vs Dunia Nyata

CEO Google Sundar Pichai dengan percaya diri menyatakan bahwa tautan di dalam AI Overviews justru mendapatkan CTR lebih tinggi. Kedengarannya masuk akal.

Tapi studi Ahrefs menemukan realita yang berbeda. Pada April 2025, penurunan CTR rata-rata 34,5%. Pada Februari 2026, angkanya membengkak menjadi 58%. Studi ini membandingkan 150.000 kata kunci dengan AI Overviews versus 150.000 kata kunci informasional tanpa AI Overviews, menggunakan data Google Search Console agregat.

Perbedaan interpretasi ini bukan sekadar debat akademis. Jika kamu seorang pemilik bisnis yang mengandalkan traffic organik untuk penjualan, perbedaan antara versi Google dan versi data independen bisa berarti selisih puluhan juta rupiah per bulan.

Mengapa datanya bisa berbeda? Kemungkinan besar karena keduanya mengukur hal yang berbeda. Google melihat engagement di dalam AI Overviews itu sendiri. Ahrefs melihat apa yang terjadi pada tautan organik biasa di bawahnya.

Yang Berubah: Bukan Algoritma, Tapi Perilaku

AI Overviews tidak mengubah cara Google memberi peringkat. AI Overviews mengubah cara pengguna berinteraksi dengan hasil pencarian.

Hasil pencarian dengan niat komersial seperti membandingkan produk, mencari harga, atau membaca review masih menghasilkan klik tinggi. Hasil informasional sederhana? Itu yang hampir punah.

AI tidak membunuh SEO. AI membunuh konten informasional dangkal yang hanya menjawab pertanyaan sederhana. Jika websitemu hanya berisi ulasan permukaan atau penjelasan yang bisa ditemukan di mana saja, AI Overviews akan menggantikanmu. Tepat di halaman hasil pencarian.

Siapa yang Mendapatkan Traffic dari AI Overviews?

Data Ahrefs terbaru (Juni 2026) mengungkap peta yang menarik. YouTube mendominasi dengan 20,9% dari seluruh sitasi AI Overviews. Wikipedia, Reddit, dan situs-situs niche dengan otoritas topikal tinggi melengkapi jajaran atas.

Menjadi sumber yang paling sering dikutip oleh AI Overviews tidak lagi soal berapa banyak backlink. Tapi soal seberapa dalam kamu menguasai satu topik, plus seberapa sering Google mengonfirmasi bahwa sumbermu memang layak dikutip.

Lalu, Akhir atau Awal?

Di Google I/O 2026, perusahaan itu mengumumkan bahwa AI agents akan semakin terintegrasi ke dalam pencarian. Bukan lagi sekadar ringkasan di atas hasil pencarian, tetapi agen yang bisa melakukan tugas atas nama pengguna.

Apakah ini akhir dari SEO? Tidak. Ini akhir dari SEO versi 2018 yang berfokus pada keyword volume, anchor text, dan peringkat satu URL untuk satu kata kunci.

Yang sedang terjadi sekarang adalah pergeseran dari search engine optimization menjadi answer engine optimization. Dari mengejar posisi satu di Google menjadi sumber yang cukup terpercaya untuk dikutip oleh AI.

Dan ini sebenarnya kabar baik, terutama bagi mereka yang mau beradaptasi. SEO tidak mati. Yang mati adalah cara lama melakukannya.

H

Hans

SEO & Marketing Analytics

Bekerja sama

Butuh bantuan menerapkan ini untuk bisnis Anda?

Hubungi Saya