SEO & BRANDING / Data & Teknologi
Data Netflix 2026: Kenapa Drama Korea Seperti Bon Appetit Your Majesty Mendominasi Peringkat Global

Bon Appetit, Your Majesty. Agustus 2025, sebuah drama Korea bergenre time-slip memasak tayang perdana di tvN. Judulnya Bon Appétit, Your Majesty, cerita tentang chef Prancis yang tiba-tiba terlempar ke era Joseon dan bertemu raja tiran yang doyan makan. Kedengarannya seperti resep receh, kan?
Tapi dalam waktu dua minggu setelah tayang di Netflix, drama ini menjadi #1 Global Non-English TV show dengan 6,8 juta views dan masuk Top 10 di 44 negara. Termasuk Indonesia.
Menurut saya, ini bukan sekadar cerita soal drama Korea yang lagi viral. Ini adalah studi kasus marketing global yang layak dibedah.
Angkanya Jauh dari Biasa
Biar tidak sekadar klaim, mari lihat datanya dari FlixPatrol, Netflix Global Top 10, IMDb, dan MyDramaList:
| Metrik | Bon Appétit, Your Majesty | Rata-rata Drama Asia 2025 |
|---|---|---|
| Posisi Global Non-English TV | #1 | Top 50 |
| Negara masuk Top 10 | 44 negara | 8-12 negara |
| Viewers minggu pertama | 6,8 juta | 1-2 juta |
| Rating IMDb | 8,4 | 7,2 |
| Skor MyDramaList | 8,6 | 7,8 |

1. Netflix + tvN: Duet Distribusi yang Ngeri
Ini yang paling sering dilewatkan marketer Indonesia. Bon Appétit, Your Majesty tayang di tvN (Korea) setiap Sabtu-Minggu jam 21:10 KST. Tapi satu hari setelah tayang, episode langsung tersedia di Netflix global.
Strategi simulcast ini menciptakan dua efek sekaligus: penonton Korea nonton real-time, bikin buzz lokal; penonton global nonton +1 hari, bikin trend Twitter/X global keesokan harinya.
Menurut saya, dual-release model ini adalah yang paling optimal untuk konten lintas budaya. Bukan fully exclusive ke satu platform, bukan juga fully open, tapi timed windowing yang memanfaatkan momen. Pelajaran untuk brand Indonesia: kalau kamu punya konten yang bisa dinikmati lintas negara, jangan kasih ke satu platform aja. Kasih waktu eksklusif pendek, lalu lempar ke platform global.
2. Genre Fusion Itu Bukan Gimik, Itu Strategi Audience Expansion
Coba lihat formula Bon Appétit, Your Majesty: historical romance (basis penggemar K-drama setia), time travel (elemen fantasi yang menarik non-fans sejarah), dan cooking competition (elemen universal yang tidak butuh subtitle untuk dinikmati).
Ini bukan kebetulan. Data Netflix menunjukkan bahwa cooking content (dari Chef's Table sampai Culinary Class Wars) punya completion rate di atas 70%
Dengan menggabungkan K-drama dan cooking, mereka melebarkan audience dari dua kelompok berbeda tanpa mengorbankan kualitas cerita.
3. Data Google Trends: Minat K-Drama di Indonesia Masih Naik

Yang paling menarik buat kita (pasar Indonesia): pencarian "drama korea terbaru" di Google Trends Indonesia menunjukkan tren yang konsisten naik sepanjang 2025-2026. Rata-rata skor minat di 75 dari 100, dengan puncak mencapai 100 setiap kali ada rilis drama besar.
Fakta penting: drama Korea bukan lagi konten pinggiran di Indonesia. Minat pencarian "drama korea terbaru" secara konsisten sebanding dengan keyword seperti "film barat terbaru" atau "series netflix" di Google Trends Indonesia, bahkan sering melampauinya dalam beberapa bulan terakhir. Yang berarti minat ini sudah menjadi arus utama, bukan sekadar tren sesaat.
Implikasi untuk Marketer Indonesia
- Konten Korea adalah magnet traffic. Kalau niche kamu terkait hiburan, kuliner, atau budaya pop, memasukkan referensi K-drama yang sedang trending ke dalam konten bisa meningkatkan organic reach secara signifikan.
- Distribusi lebih penting dari produksi. Bon Appétit, Your Majesty bukan drama terbaik yang pernah dibuat, tapi strategi distribusinya (simulcast tvN + Netflix) membuatnya menjangkau 44 negara.
- Genre fusion untuk SEO. Konten yang menggabungkan dua topik berbeda punya competition rate lebih rendah daripada konten tentang satu topik umum. Ini celah yang masih jarang dimanfaatkan penulis Indonesia.
Kesimpulan
Bon Appétit, Your Majesty bukan sekadar drama Korea yang lagi viral. Buat saya, ini adalah studi kasus marketing global yang nyata, bagaimana konten dari satu negara bisa mendominasi 44 negara dalam hitungan minggu.
Ada tiga pilar yang bikin ini terjadi: distribusi simulcast yang tepat, genre fusion yang memperluas audiens, dan timing rilis yang memanfaatkan momentum pasar global. Tiga hal yang bisa diterapkan (dalam skala lebih kecil) oleh brand Indonesia yang ingin go beyond pasar lokal.